Kediri (sindoonline.net) - Komisi Pemilihan Umum
(KPU) menghimbau kepada seluruh pasangan calon walikota Kediri dan tim
pemenangan untuk tetap menahan diri. Meskipun, sudah ada beberapa hasil
perhitungan cepat pada Pilihan Walikota (Pilwali) Kediri, hari ini,
namun keputusan akhir tetap pada perhitungan manual KPU.
"Sekarang ini masih ditingkat KPPS (Ketua Panitia Pemungutan Suara). Kita belum mengetahui form C-nya. Baru tanggal 3 September, KPU akan melakukan perhitungan secara manual," ujar Anggota KPU Kota Kediri Samanhudi kepada wartawan, Kamis (29/8/2013) malam.
Lembaga maupun tim pemenangan paslon, imbuh Samanhudi boleh melakukan perhitungan cepat. Tetapi, pihaknya menghimbau, agar tetap menghormati keputusan akhir yang dikeluarkan oleh KPU. Jangan sampai mengacaukan situasi masyarakat di Kota Kediri. Sebab, paska keluarnya perhitungan cepat, banyak warga yang bertanya ke KPU.
"Yang aneh lagi, sudah ada satu pasangan yang melakukan pawai keliling. Berdasarkan laporan masyarakat masuk, ada anggota KPU bahkan terjebak oleh rombongan pawai di depan Pasar Raya Sri Ratu Kediri," imbuh mantan Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pesantren, Kota Kediri.
Yang membuatnya bertanya-tanya, konvoi keliling itu justru mendapat kawalan ketat dari pihak kepolisian. " Ada pasangan calon yang konvoi, dikawal pihak kepolisian, kepan ijinnya, kok bisa mendadak," terus Samanhudi.
Deklarasi Damai pada Pilwali Kediri, tegas Samanhudi, seharusnya dipegang bersama. Apabila belum ada keputusan akhir hasil perhitungan KPU, seharusnya tidak ada konvoi. Menurutnya, ada hal-hal yang tidak pas dalam pelaksanaannya.
"Deklarasi Pilkada Damai sudah disepakati dan menjadi aturan bersama. Apabila dilanggar, bisa menuai gugatan. Seperti pada poin empat Deklarasi Pilkada Damai, taati peraturan yang ada. Apabila ada pelanggaran yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah mufakad, bisa dengan hukum yang berlaku," himbau Samanhudi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LSI merilis hasil quick count di Hotel Grand Surya Kediri. Inilah hasil rincinya, paslon nomor urut satu Arifudinsyah-Sudjatmiko (AJI) 0,64 persen, nomor urut dua Bambang Harianto-Hartono (BaHar) 8,88 persen, Im Subawi-Suparlan (MaPan) 0,93 prsen, nomor urut empat SAS 43.72 persen.
Paslon nomor urut lima, Kasiadi-Budi Raharjo (KasiIbu) 0,91 persen, paslon nomor urut enam Mas Abu-Ning Lik 43.89 persen, dan paslon terakhir Harry Muller-Ali Imron (HAI) 1,04 persen.
Sebelunya, kubu Mas Abu-Ning Lik mengklaim menangi Pilwali Kediri dengan perolehan suara 45 persen. Dari hasil perhitungan real count tim pemenangan Mas Abu dan Partai Amanat Nasiona (PAN), paslon nomor urut enam menyingkirkan enam paslon lain, khususnya paslon yang diunggulkan SAS, hanya 40 persen.
Saking gembiranya, relawan dan simpatisan Mas Abu langsung melakukan konvoi keliling. Mereka bersepeda motor secara rombongan mengeliling Kota Kediri. Pawai keliling itu mendapat kawalan dari pihak kepolisian. (rdi)
"Sekarang ini masih ditingkat KPPS (Ketua Panitia Pemungutan Suara). Kita belum mengetahui form C-nya. Baru tanggal 3 September, KPU akan melakukan perhitungan secara manual," ujar Anggota KPU Kota Kediri Samanhudi kepada wartawan, Kamis (29/8/2013) malam.
Lembaga maupun tim pemenangan paslon, imbuh Samanhudi boleh melakukan perhitungan cepat. Tetapi, pihaknya menghimbau, agar tetap menghormati keputusan akhir yang dikeluarkan oleh KPU. Jangan sampai mengacaukan situasi masyarakat di Kota Kediri. Sebab, paska keluarnya perhitungan cepat, banyak warga yang bertanya ke KPU.
"Yang aneh lagi, sudah ada satu pasangan yang melakukan pawai keliling. Berdasarkan laporan masyarakat masuk, ada anggota KPU bahkan terjebak oleh rombongan pawai di depan Pasar Raya Sri Ratu Kediri," imbuh mantan Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pesantren, Kota Kediri.
Yang membuatnya bertanya-tanya, konvoi keliling itu justru mendapat kawalan ketat dari pihak kepolisian. " Ada pasangan calon yang konvoi, dikawal pihak kepolisian, kepan ijinnya, kok bisa mendadak," terus Samanhudi.
Deklarasi Damai pada Pilwali Kediri, tegas Samanhudi, seharusnya dipegang bersama. Apabila belum ada keputusan akhir hasil perhitungan KPU, seharusnya tidak ada konvoi. Menurutnya, ada hal-hal yang tidak pas dalam pelaksanaannya.
"Deklarasi Pilkada Damai sudah disepakati dan menjadi aturan bersama. Apabila dilanggar, bisa menuai gugatan. Seperti pada poin empat Deklarasi Pilkada Damai, taati peraturan yang ada. Apabila ada pelanggaran yang tidak dapat diselesaikan secara musyawarah mufakad, bisa dengan hukum yang berlaku," himbau Samanhudi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LSI merilis hasil quick count di Hotel Grand Surya Kediri. Inilah hasil rincinya, paslon nomor urut satu Arifudinsyah-Sudjatmiko (AJI) 0,64 persen, nomor urut dua Bambang Harianto-Hartono (BaHar) 8,88 persen, Im Subawi-Suparlan (MaPan) 0,93 prsen, nomor urut empat SAS 43.72 persen.
Paslon nomor urut lima, Kasiadi-Budi Raharjo (KasiIbu) 0,91 persen, paslon nomor urut enam Mas Abu-Ning Lik 43.89 persen, dan paslon terakhir Harry Muller-Ali Imron (HAI) 1,04 persen.
Sebelunya, kubu Mas Abu-Ning Lik mengklaim menangi Pilwali Kediri dengan perolehan suara 45 persen. Dari hasil perhitungan real count tim pemenangan Mas Abu dan Partai Amanat Nasiona (PAN), paslon nomor urut enam menyingkirkan enam paslon lain, khususnya paslon yang diunggulkan SAS, hanya 40 persen.
Saking gembiranya, relawan dan simpatisan Mas Abu langsung melakukan konvoi keliling. Mereka bersepeda motor secara rombongan mengeliling Kota Kediri. Pawai keliling itu mendapat kawalan dari pihak kepolisian. (rdi)

