”Bergaining Eddy Rusianto itu, nampaknya sempat di penuhi oleh Wisnu Sakti. Beberapa waktu lalu, saat seluruh anggota komisi B DPRD Surabaya menggelar pemilihan ketua komisi B, Wakil Ketua DPRD tersebut sempat menggagalkan proses pemilihan tersebut, karena pesanan dari Ketua Fraksi Apkindo itu,” ujar salah satu anggota dewan.
Sebelumnya jabatan Ketua Komisi B lowong, setelah M. Mahmud anggota Fraksi Partai Demokrat dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya. Sedangkan Jabatan lain Ketua Badan Kehormatan juga kosong, sebagai dampak direcall-nya Agus santoso oleh Partai Democrat akibat pindah Partai Hanura
Akibat kekosongan jabatan dan banyak yang berminat untuk mengisi posisi Ketua komisi B, menurut salah satu anggota dewan, akhirnya disepakati untuk dilakukan pemilihan Ketua Komisi B secara internal beberapa waktu lalu. Saat akan pemilihan suara dukungan ke Rusli Yusuf anggota komisi B dari Fraksi Demokrat menguat dibanding calon lainnya. Namun karena dibatalkan oleh Wisnu Sakti Buana saat ia menjabat sebagai Plt Ketua Dewan, maka peluang Rusli Yusuf akhirnya kandas.
Saat dikonfirmasi, Rusli Yusuf yang juga menjabat sebagai Sekertaris Fraksi Demokrat membenarkan mekanisme pemilihan ketua komisi B DPRD Surabaya, pernah digelar secara internal.
“Kegagalan itu kan karena kemauan Eddy Rusianto yang menginginkan Jabatan Ketua Komisi B DPRD Surabaya. Kalo saya sich, biar anggota saja yang memproses. Terserah kehendak teman-teman,” kata Rusli, di kantor DPRD Surabaya, Rabu (28/8/2013).
Secara terpisah, sumber lain yang juga anggota dewan, juga menyebutkan bahwa bukan hanya Eddy Rusianto saja yang melakukan bergaining position ke Wisnu Sakti Buana dalam proses pemilihan Wakil Walikota Surabaya. Nama lain yang juga berminat menjadi Ketua Komisi B adalah Sudirjo anggota Fraksi Apkindo. (pur/rdi)

