Surabaya (sindoonline.net) – Hasil lembaga survei Proximity yang
dilakukan dari 15-22 Agustus 2013 menyatakan bahwa perkiraan angka
golput pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) masih tinggi, yaitu sekitar 50%.
Direktur Lembaga Survei
Proximity, Whima Edy Nugroho memperkirakan bahwa partisipasi pemilih
saat pencoblosan sekitar 50 sampai 60% dengan angka golput mencapai 50%.
Tingginya angka golput karena masyarakat apatis terhadap Pilgub 2013
kali ini.
Survei Proximity juga melakukan riset terhadap tingkat elektabilitas. Dari hasil survei, pasangan incumbent
nomor urut 1, yaitu Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) level
keterpilihannya mencapai 54%, disusul pasangan Khofifah-Herman sebesar
24,4%. Pasangan Bambang-Said mampu meraih simpati 12,8%. Dan, di urutan
terakhir pasangan Eggie-M.Sihat hanya memperoleh 0,4%.
Jika dibandingkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI)
periode 13-19 Agustus 2013, tingkat elektabilitas pasangan KarSa
mencapai 49,8%. Pada urutan kedua tetap diduduki oleh pasangan
Khofifah-Herman sebesar 12,5%, di urutan ketiga 3,2% diraih oleh
pasangan Bambang-Said dan Eggie-M. Sihat memperoleh 0,7%.
Menurut dua lembag survei tersebut, tingginya tingkat
elektabilitas yang diraih Soekarwo-Saifullah Yusuf disebabkan beberapa
faktor, yaitu masyarakat Jawa Timur puas dengan kinerja kandidat
tersebut, merakyat dan rendah hati.
Meski elektabilitas yang diraih oleh pasangan Soekarwo-Saifullah
Yusuf cukup tinggi, Whima menegaskan bahwa belum bisa dipastikan mereka
akan meraih banyak suara. Bisa jadi, pergerakan pemilih dapat berubah
karena mesin politik kedua lawan Bambang-Said Abdullah dan
Khofifah-Herman cukup solid. Posisi mereka sebagai incumbent, bisa menguntungkan, juga bisa merugikan. (surabayapost.co.id)
Hasil Survei Proximity (15-22 Agustus 2013)
|
PASANGAN |
ELEKTABILITAS |
|
KarSa |
54,0% |
|
Khofifah-Herman |
24,4% |
|
Bambang-Said |
12,8% |
|
Eggi-Sihat |
0,40% |

