"Dengan mekanisme KUR maka suplai kedelai bisa lancar. Kita (Kemenkop) hanya koordinasi di tingkat lapangan," kata Menkop UKM, Syarifuddin Hasan di kantornya, Rabu (28/8/2013).
Menkop mengakui tingginya harga kedelai di pasaran dipengaruhi oleh lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Ia prihatin depresiasi rupiah tersebut memberi dampak pada usaha perajin tahu tempe.
"Kita akan berkordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Bulog agar situasi ini bisa diatasi," papar Syarif.
Sekjen Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakopti), Suyanto mengatakan kenaikan harga kedelai tahun 2013 ini merupakan tertinggi dalam sejarah. Suyanto berharap pemerintah segera turun tangan.
"Kondisi perajin tahu tempe sudah memprihatinkan, maka kami berharap ada penanganan jangka pendek, menengah dan panjang," katanya. (pur/rdi)

