slider top

[5] [true] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / , Pensiunan Mayor Jenderal Bela Rakyat

Pensiunan Mayor Jenderal Bela Rakyat

| No comment
Mayjen TNI Purn Saurip Kadi
Malang (sindoonline.net) - Purnawirawan Mayor Jendral (Mayjen) TNI Saurip Kadi menjadi tamu istimewa warga Desa Ringin Kembar Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, Sabtu (18/5/2013) siang.

Hadir sebagai fasilitator kasus sengketa tanah Warga Ringin Kembar dengan Puskopad Kodam V Brawijaya itu, lantang menolak intimidasi Tentara terhadap rakyat Ringin Kembar.

"Saya sudah ketemu Presiden RI Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono. Terkait masalah sengketa tanah, Pak SBY tegas mengatakan, tidak akan ada Tentara yang mengintimidasi rakyat. Kalau mulai hari ini ada tentara ataupun oknum mengaku tentara, warga harus merapatkan barisan. Bentuk pertahanan semesta," teriaknya,  Sabtu (18/5/2013) siang yang disambut tepuk tangan ratusan warga Ringin Kembar.

Mantan Asisten Teritorial TNI AD yang membawahi seluruh Kodam se Indonesia itu menjelaskan, kedatangan dirinya menemui warga Ringin Kembar bukan sebagai provokator. "Saya bukan provokator. Tapi, saya akan memprovokatori warga untuk melawan kedzoliman dan berdiri lurus diatas jalan kebenaran," tegasnya.

Pria asal Brebes yang getol memperjuang hak-hak rakyat melalui berbagai kasus sengketa tanah di Indonesia itu menerangkan, tentara tidak boleh berbuat semena-mena. Tentara, haram menjadi beking pengusaha. Apalagi, bertindak kuasa dalam sengketa tanah di Ringin Kembar.

Garis komando seorang tentara sudah jelas. Siapapun yang masuk kawasan tanah sengketa, harus sepengetahuan Kodim, Korem dan Babinsa di tingkat Koramil. "Komandonya jelas. Perintah Garnisun harus sepengetahuan Babinsa di Koramil. Kalau memang tanah ini milik saudara, silahkan diambil. Karena sesuai fakta yang saya serahkan ke Komisi I DPR RI, tanah Ringin Kembar memang milik rakyat. Bukan milik TNI," pungkasnya.[sindo.1]