Tuban (sindoonline.net) - Roni Mubarok (28), seorang
pengurus dari Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tuban menjadi
korban penculikan yang dilakukan oleh 7 orang yang mengaku sebagai debt
collector, tak hanya itu mobil yang dibawa korban juga dirampas dan
dibawa kabur oleh para debt Collector itu, Sabtu (18/05/2013).
Beruntung anggota Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila tersebut diturunkan di tengah jalan Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban menuju arah Gresik oleh para pria bertubuh kekar itu setelah korban terus berusaha melakukan perlawanan.
Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com, kejadian penculikan dan perampasan mobil yang dialami oleh Roni berawal saat ia yang hanya seorang diri mengendarai mobil rental nopol AG 604 AD yang ia sewa dari temannya.
Saat itu korban melintas di jalan Letda Sucipto, Kecamatan Kota Tuban menuju ke Montong.
Tiba-tiba mobil yang dikemudikan oleh Roni langsung di hadang oleh kendaraan APV dan sebanyak 7 orang dari dalam mobil tersebut keluar meminta korban untuk turun. "Tiba-tiba saya dihentikan, salah satu dari mereka langsung mematikan mesin mobil dan mencabut kontak mobil yang saya kendarai," jelas Roni, korban kekerasan yang dilakukan orang yang mengaku sebagai debt collector itu.
Setelah turun, tubuhnya langsung dipegang beberapa orang lain dari belakang. Bahkan ponsel miliknya langsung dirampas saat dia berusaha menghubungi temannya, akibatnya salah satu tangannya berdarah terkena cakaran salah satu debt collector karena berebut ponsel.
"Saya kemudian dipaksa masuk kedalam mobil dan akan dibawa ke Surabaya, padahal saya tidak tahu apa-apa mengenai hutang piutang mobil itu. Jadinya ya saya terus melawan," cerita Roni saat berada di Mapolres Tuban.
Karena terus menolak dan melakukan perlawanan saat berada di dalam mobil kawanan para debt collector itu kemudian menurunkan Roni di tengah jalan raya sekitar 10 kilometer dari tempat semula. Yakni di jalan Tuban-Gresik, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban.
Setelah berhasil selamat dan lepas dari para debt collector yang menculiknya ia langsung menghubungi sejumlah temannya dari Pemuda Pancasila (PP) Tuban, kemudian bersama dengan sejumlah anggota PP korban melaporkan kejadian penculikan dan kekerasan yang dialaminya itu ke Mapolres Tuban.
Atas kejadian tersebut, para Ormas Pemuda Pancasila Tuban itu berharap petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban untuk mengusut kasus kekerasan yang dilakukan oleh preman penagih hutang tersebut yang kerap meresahkan masyarakat.
Sehingga tidak sampai terjadi lagi kasus kekerasan yang dilakukan oleh debt collector."Kalau ini kejadian dengan masyarakat lain bagaimana, untuk itu kita minta Polres ada tindakan mengenai masalah ini. Jangan sampai kejadian ini menimpa warga masyarakat yang lainnya," jelas Mukaffi Makki, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPC PP Tuban, setelah melaporkan kejadian itu.[pr]
Beruntung anggota Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila tersebut diturunkan di tengah jalan Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban menuju arah Gresik oleh para pria bertubuh kekar itu setelah korban terus berusaha melakukan perlawanan.
Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com, kejadian penculikan dan perampasan mobil yang dialami oleh Roni berawal saat ia yang hanya seorang diri mengendarai mobil rental nopol AG 604 AD yang ia sewa dari temannya.
Saat itu korban melintas di jalan Letda Sucipto, Kecamatan Kota Tuban menuju ke Montong.
Tiba-tiba mobil yang dikemudikan oleh Roni langsung di hadang oleh kendaraan APV dan sebanyak 7 orang dari dalam mobil tersebut keluar meminta korban untuk turun. "Tiba-tiba saya dihentikan, salah satu dari mereka langsung mematikan mesin mobil dan mencabut kontak mobil yang saya kendarai," jelas Roni, korban kekerasan yang dilakukan orang yang mengaku sebagai debt collector itu.
Setelah turun, tubuhnya langsung dipegang beberapa orang lain dari belakang. Bahkan ponsel miliknya langsung dirampas saat dia berusaha menghubungi temannya, akibatnya salah satu tangannya berdarah terkena cakaran salah satu debt collector karena berebut ponsel.
"Saya kemudian dipaksa masuk kedalam mobil dan akan dibawa ke Surabaya, padahal saya tidak tahu apa-apa mengenai hutang piutang mobil itu. Jadinya ya saya terus melawan," cerita Roni saat berada di Mapolres Tuban.
Karena terus menolak dan melakukan perlawanan saat berada di dalam mobil kawanan para debt collector itu kemudian menurunkan Roni di tengah jalan raya sekitar 10 kilometer dari tempat semula. Yakni di jalan Tuban-Gresik, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban.
Setelah berhasil selamat dan lepas dari para debt collector yang menculiknya ia langsung menghubungi sejumlah temannya dari Pemuda Pancasila (PP) Tuban, kemudian bersama dengan sejumlah anggota PP korban melaporkan kejadian penculikan dan kekerasan yang dialaminya itu ke Mapolres Tuban.
Atas kejadian tersebut, para Ormas Pemuda Pancasila Tuban itu berharap petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban untuk mengusut kasus kekerasan yang dilakukan oleh preman penagih hutang tersebut yang kerap meresahkan masyarakat.
Sehingga tidak sampai terjadi lagi kasus kekerasan yang dilakukan oleh debt collector."Kalau ini kejadian dengan masyarakat lain bagaimana, untuk itu kita minta Polres ada tindakan mengenai masalah ini. Jangan sampai kejadian ini menimpa warga masyarakat yang lainnya," jelas Mukaffi Makki, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPC PP Tuban, setelah melaporkan kejadian itu.[pr]

