Direktur Bio Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Marija Hutapea, usai membuka workshop koordinasi dan implementasi program Bio gas Rumah (Biru), Kamis, (20/10) di Malang mengatakan, pemanfaatan kotoran ternak melalui pemasangan peralatan bio gas unit itu juga bisa menjadi salah satu sumber energi alternatif.
Bahkan, Hingga tahun 2014 mendatang, secara nasional pemerintah pusat menargetkan mampu mengembangkan 15 ribu unit reaktor bio gas rumah, dan sejak bulan Mei hingga Oktober untuk Jawa Timur saja sudah terpasang tiga ribu unit lebih.
“Kita secara nasional menargetkan 15 ribu unit hingga tahun 2014 nanti,” jelas Marija.
Menurutnya, target 15 ribu unit itu di fokuskan di daerah pedesaan yang rata-rata memiliki ternak. Hal itu sebagai stimulan agar masyarakat nanti juga mengembangkan bio gas tersebut.
“Target itu hanya sebagai pancingan untuk masyarakat, agar turut mengembangkan program ini,” ujar Marija.
Pemerintah juga telah menyiapkan subsidi sebesar dua juta rupiah untuk satu unit pembangunan reaktor bio gas. Rata-rata satu unit REaktor membutuhkan dana sekitar 6 sampai 7 juta rupiah.
“Kita Bantu 2 jutaan dan kalau kita berfikir untuk investasi, uang 6-7 juta itu kecil untuk kebutuhan energi kita 20 sampai 25 tahun kedepan,” pungkas Marija Hutapea.(pr)

