Gresik (sindoonline) - Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Gresik akan menertibkan kontraktor listrik yang masuk catatan
merah alias nakal. Janji penertiban ini langsung disampaikan oleh Wabup
Gresik, Moch. Qosim.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada asosiasi kontraktor listrik atau AKLI yang selama banyak membantu khususnya dalam pengerjaan listrik di Pulau Bawean. Sehingga, saat ini listrik di Bawean bisa beroperasi 24 jam," katanya, Kamis (11/04/2013).
Moch Qosim menambahkan, terkait dengan masih adanya kontraktor listrik yang nakal. Dirinya, meminta agar asosiasinya (AKLI) segera menertibkan. Jika tidak bisa, Pemkab Gresik akan mencabut izin usahanya. "Saya tekankan agar kontraktor listrik bekerja secara profesional dan bertanggungjawab terhadap pengerjaannya," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD AKLI Jatim Suwandi menyatakan dirinya berharap agar seluruh anggota DPC AKLI Gresik bisa bersatu, bekerja lebih professional dalam hal manajemen dan organisasi.
"Kalau ada persoalan sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat. Jangan sampai ada persoalan yang organisasi yang dibawa keluar," tandasnya. [pur]
"Saya mengucapkan terima kasih kepada asosiasi kontraktor listrik atau AKLI yang selama banyak membantu khususnya dalam pengerjaan listrik di Pulau Bawean. Sehingga, saat ini listrik di Bawean bisa beroperasi 24 jam," katanya, Kamis (11/04/2013).
Moch Qosim menambahkan, terkait dengan masih adanya kontraktor listrik yang nakal. Dirinya, meminta agar asosiasinya (AKLI) segera menertibkan. Jika tidak bisa, Pemkab Gresik akan mencabut izin usahanya. "Saya tekankan agar kontraktor listrik bekerja secara profesional dan bertanggungjawab terhadap pengerjaannya," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD AKLI Jatim Suwandi menyatakan dirinya berharap agar seluruh anggota DPC AKLI Gresik bisa bersatu, bekerja lebih professional dalam hal manajemen dan organisasi.
"Kalau ada persoalan sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat. Jangan sampai ada persoalan yang organisasi yang dibawa keluar," tandasnya. [pur]
