slider top

[5] [true] [slider-top-big] [Slider Top]
You are here: Home / M. Nuh : Jangan Gegabah untuk batalkan UN

M. Nuh : Jangan Gegabah untuk batalkan UN

| No comment
Surabaya (sindoonline) - Menteri Pendidikan dan kebudayaan M. Nuh  menegaskan bahwa  , pihaknya tidak gegabah dalam menyikapi berbagai tanggapan kurang menggembirakan , tentang pelaksanaan Ujian Nasional  Jenjang SMP-SMA tahun 2013.
Adanya pernyataan desakan dari Anggota Komisi X DPR RI agar membatalkan Ujian Nasional berdasarkan pendapat M. Nuh dalam Temu pers di
Surabaya terkait evaluasi UN tahun 2013 , perlunya kajian , dikarenakan pelaksanaan UN baik didaerah yang tidak maupun terlambat pelaksanaannya berjalan lancar dan tetap mengedepankan kerahasiaan materi soal.
" Di 22  daerah yang tidak ada masalah dan daerah-daerah yang terkendala, semuanya secara subtansi berjalan lancar , sehingga kami tidak boleh memutuskan secara gegabah hasil UN tidak bisa untuk syarat kelulusan , masuk ke Perguruan Tinggi perlu kita dalami atas permintaan itu," Ungkap Mendibud M Nuh di Surabaya Sabtu (27/4/2013) sambil menambahkan perlunya menghargai keberadaan daerah yang telah melaksanakan Ujian Nasional .
Menanggapi keterlambatan dan masalah kertas yang dinilai tipis  dalam pelaksanaan UN baik SMP maupun SMA  dikatakan , kini sedang diupayakan investigasi dan hasilnya diharapkan dapat diketahui dalam waktu dekat. Mengenai strategi UN  dalam  tahun mendatang agar persoalan pencetakan tidak terulang kembali kata Mendikbud M. Nuh , tidak hanya hanya dilakukan peningkatan kualifikasi lelang , namun juga menjajagi  keterlibatan daerah.
" Pertama perlunya pengetatan  peryaratan percetakan, kedua Timing (Waktu ) penyelesaian pencetakan diperpanjang , ketiga kombinasi antara Pusat dan daerah," Kata M. Nuh yang menambahkan bahwa tiga tahun lalu pelaksanaan pencetakan dilakukan didaerah .
Terkait sistem 20 paket Soal dalam UN tahun 2013 M. Nuh kurang setuju adanya anggapan, penerapan sistem tersebut, adanya kekurang kepercayaan terhada peserta didik. " latar belakang perubahan sistem 5 paket menjadi 20 paket soal diharapkan dapat mewujudkan kemandirian dan konsentrasi penuh peserta didik dalam mengerjakan materi soal UN," Tandasnya mantap. (pr)