Adanya pernyataan desakan dari Anggota Komisi X DPR RI agar membatalkan Ujian Nasional berdasarkan pendapat M. Nuh dalam Temu pers di
Surabaya terkait evaluasi UN tahun 2013 , perlunya kajian , dikarenakan pelaksanaan UN baik didaerah yang tidak maupun terlambat pelaksanaannya berjalan lancar dan tetap mengedepankan kerahasiaan materi soal.
" Di 22 daerah yang tidak ada masalah
dan daerah-daerah yang terkendala, semuanya secara subtansi berjalan
lancar , sehingga kami tidak boleh memutuskan secara gegabah hasil UN
tidak bisa untuk syarat kelulusan , masuk ke Perguruan Tinggi perlu kita
dalami atas permintaan itu," Ungkap Mendibud M Nuh di Surabaya Sabtu
(27/4/2013) sambil menambahkan perlunya menghargai keberadaan daerah
yang telah melaksanakan Ujian Nasional .
Menanggapi keterlambatan dan masalah
kertas yang dinilai tipis dalam pelaksanaan UN baik SMP maupun SMA
dikatakan , kini sedang diupayakan investigasi dan hasilnya diharapkan
dapat diketahui dalam waktu dekat. Mengenai strategi UN dalam tahun
mendatang agar persoalan pencetakan tidak terulang kembali kata
Mendikbud M. Nuh , tidak hanya hanya dilakukan peningkatan kualifikasi
lelang , namun juga menjajagi keterlibatan daerah.
" Pertama perlunya pengetatan
peryaratan percetakan, kedua Timing (Waktu ) penyelesaian pencetakan
diperpanjang , ketiga kombinasi antara Pusat dan daerah," Kata M. Nuh
yang menambahkan bahwa tiga tahun lalu pelaksanaan pencetakan dilakukan
didaerah .
Terkait sistem 20 paket Soal dalam UN
tahun 2013 M. Nuh kurang setuju adanya anggapan, penerapan sistem
tersebut, adanya kekurang kepercayaan terhada peserta didik. " latar
belakang perubahan sistem 5 paket menjadi 20 paket soal diharapkan dapat
mewujudkan kemandirian dan konsentrasi penuh peserta didik dalam
mengerjakan materi soal UN," Tandasnya mantap. (pr)

